Selasa, 18 Februari 2014

Cinta dua hati beda dunia

Konon didekat Universitas didaerah Jakarta ada sebuah danau yang terkenal dengan danau yang angker. Di sana sering terlihat jelmaan seorang wanita cantik yang sedang duduk sendiri disebuah pohon di dekat danau itu. Indah, pemandangan didanau itu pun begitu indah dan udaranya pun begitu sejuk.
Dahulu kala, pernah dikisahkan ada sepasang kekasih yang sedang asyik menikmati pemandangan disekitar danau itu. Ketika hendak merendamkan tangan di dalam air danau itu, serasa ada seperti yang menarik tangannya. Ia pun ikut terbawa masuk kedalam luasnya danau angker itu. Dan kejadian itu kini terjadi pada diriku yang bertemu seorang wanita cantik entah penunggu danau itu entah memang asli wanita yang benar-benar ada didunia ini.
Waktu itu, Aku tidak ikut pergi bersama teman-teman rombonganku untuk mencari bahan tugas mata kuliah. Hari memang begitu panas saat itu, Aku menyendiri dan duduk tepat dibawah pohon ditepi sebuah danau. Aku dikenal oleh teman-temanku sebagai cowok yang pendiam. Diam, duduk sambil menikmati suasana di danau tersebut. Aku juga dikenal dengan anak sastra yang jenius dan pintar. Aku duduk sambil memejamkan mataku dan memikirkan sesuatu untuk membuat sebuah karya sastra yang menurutku keren. Memang keren, setiap karyanku selalu dimuat di majalah-majalah.
Terusku berfikir, namun ketika Aku hendak berfikir lebih dalam, ada tampak selintas bayangan tepat berada dibelakangku. Jelmaan wanita cantik itu datang menghantuiku, senyuman manisnya yang membuatku selalu ingat oleh sosok wanita misterius itu. Kubuka kedua mataku yang tadinya kupejamkan, kulihat dibelakangku. Ada, memang benar-benar ada wanita yang tadinya hanya ada dalam fikiranku memang ada tepat pada sebuah pohon besar yang sedang kusandari itu. Senyumnya terus menjulur merekah kepadaku.
Kutanyakan pada wanita misterius itu, “ hai lagi ngapain disini???? “. Wanita itu hanya tersenyum dan langsung berdiri dari tempat duduknya, Aku pun juga langsung berdiri untuk mengimbanginya. Hanya senyuman, dan senyuman yang diberikan kepadaku. Tak satu katapun keluar dari bibirnya yang merah merona itu. Aku pun menbalas senyumannya dengan senyumanku yang paling manis.
Aku bingung, kenapa hanya sebuah senyuman dan hanya senyuman yang ia berikan kepadaku. Sampai tiba disore hari, Aku pun masih bengong dibuatnya. Aku masih berada didanau itu dan keadaan disekitar danau memang begitu hening dan sepi. Tanpa ada satu pun orang yang dapat menemaniku disini, Aku berdiri dan masih berdiri tepat dimana aku duduk. Tanpa kusadari wanita itu telah hilang dari hadapanku, padahal nama pun Aku belum tau.
Keesokan hari, sama seperti hari-hari yang lain, setiap ada waktu senggang selalu Aku menyempatkan diri kedanau itu. Duduk, diam, dan sambil memejamkan mata disebuah pohon besar tempat selama ini Aku menghabiskan waktu senggangku. Wanita itu hadir, saat ku tertidur pulas dibawah pohon. Didalam mimpiku, Aku dan Dia bersanding menjalin kasih didanau ini juga. “ SARI “…. Itu lah namanya, wanita yang selama ini membuatku penasaran. Dia selalu memberikan senyuman kepadaku, Aku sendiri tak tahan melihat senyumannya yang begitu indah itu. Aku tersadar dan terbangun dari tidurku, Kulihat tepat dibelakangku tempat Sari menampakkan wajahnya kepadaku.
Ia tidak hadir nyata, hanya didalam mimpilah Ia hadir. Rasa kekecewaanku muncul  saat itu, tampak dari kejauhan kulihat Sari melambaikan tangannya kepadaku dan memberikan senyumannya yang manis itu. Ku berlari datang menghampirinya, tiba-tiba menghilang …. Hanya sebuah bayangan yang terlihat olehku yang datang. Aku kembali pergi meninggalkan danau itu dengan penuh rasa kekecewaan.
Setiap malam, Aku selalu membayangakan wajahnya yang cantik itu. Ia selalu hadir dalam setiap mimpi-mimpiku, hadir dan hanya memberikan sebuah senyuman. Aku terbangun, kulihat ia duduk disamping ranjangku. Kupegang erat tangannya yang lembut itu dan Kukatakan kepadanya“ jangan pergi “. Tapi lagi-lagi hanya sebuah senyuman yang Kudapatkan. Tiba-tiba Ia menghilang yang Aku sendiri pun tak tau kemana. Kucari-cari dan terus kucari, namun sama sekali Aku tak menemukannya. Kulihat kearah luar jendela, malam yang begitu gelap dengan kerlap-kerlip bintang yang bertaburan diatas langit sana. Hanya senyuman dan selalu senyumannya lah yang dapat Kulihat. Terfikir dibenakku lagi “ Mengapa hanya sebuah senyuman yang Ia berikan kepadaku??? “. Dan terlihat lagi sosoknya sambil  melambaikan tangan kepadaku.
Pagi itu…….
Aku siap untuk berangkat kuliah, kebetulan mata kuliahku hari ini berhubungan dengan sastra. “ Sastra “ mata kuliah yang sangat kugemari. Karena Sastra yang telah membuatku dapat bertemu dengannya. Dan lagi-lagi aku menyempatkan diri datang mendatangi danau itu, duduk sambil Kulihat setiap sudut-sudut danau. Ia tidak ada, saat kuhendak pergi meninggalkan danau tiba-tiba Dia berada dibelakangku. Tampak jelas wajahnya yang cantik dan ia mengenakan gaun berwarna merah. Kuraih dan kegenggam tangannya dengan erat, kutarik dia sampai kedalam pelukkanku. Kudekap dan takkan pernah kulepaskan dari pelukanku sambil kubisikkan dengan lembut ditelinganya “ Aku mencintaimu, jangan pergi “. Dia menjawab, untuk pertama kalinya dia menjawab omonganku dengan sebuah kata yang membuatku bahagia. “ Aku juga teramat mencintaimu, tapi tidak mungkin kita dapat bersatu. Kita mempunyai dunia yang berbeda “, katanya dengan lembut. Kutatap wajahnya, kubelai rambutnya yang terurai panjang begitu lurusnya.
Tanpa  Kusadari seseorang melihatku dan Dia menganggap Aku seperti orang gila. “ Gila tuh orang, ngomong sendiri. Hiiii…… “. Aku menghiraukan perkataannya dan terus Kupandangi wajah yang selama ini telah membuatku penasaran hingga terbayang-bayang dalam mimpi. Kupegang pipinya yang halus dan indah itu, ia tersenyum dan selalu tersenyum. Lesung pipi kanannya berbentuk, dan itulah yang membuatku tak akan pernah bisa melupakannya. Disitulah awal –awal benih cintaku padanya semakin merekah, merekah seperti bunga yang hendak membukakan helaian kelopaknya. Wajahnya itu tak akan pernah membuatku bosan melihatnya.
Kubisikkan lagi ditelinganya itu dengan pelan “ Aku harus pergi, Aku janji akan kembali esok. Kutemui Kamu disini “. Dia pun tersenyum, seakan memberikan satu harapan penuh untukku. Begitu juga Aku yang juga ikut tersenyum membalas senyumannya. Aku tak rela pergi meninggalkannya sendirian didanau ini, namun Aku harus benar-benar tetap pergi, dan menemuinya esok. Selalu kuteringat akan kata-kata lembutnya itu, dan tetap kupandangi Dia dari kejauhan. Jauh……. Jauh…… dan semakin jauh Aku meninggalkannya sendiri.
Malam ini Aku benar-benar tak bisa tidur dibuatnya, wajahnya terus terbayang-bayang difikiranku. Aku hanya merenung dan menatap bulan yang tertutup oleh awan hitam dan bintang-bintang yang seakan-akan tak mengeluarkan sinarnya karena sang bulan tak hadir disampinya menemaninya untuk menerangi bumi yang mereka tempati. Perasaan seperti itulah yang Kuraasakan dengannya, Dia merasa kesepian tanpa kehadiranku begitupun Aku yang merasa kesepian tanpa kehadiran dirinya. Kucoba Kututupkan kedua mataku ini, namun tetap saja tak bisa. Pikiranku hanya tertuju pada satu titik yang mungkin tak dapat diubah lagi begitu juga dengan hatiku.
Hari berjalan semakin cepat, malam berlalu pagi pun menjelang dan suara jam bekkerku terdengar keras tepat didekat ditelingaku. Kulihat dan Kupandangi dengan pasti, segera Aku bangun dan bersiap-siap pergi kedanau untuk menemuinya. End…….


Tidak ada komentar:

Posting Komentar