Konon
didekat Universitas didaerah Jakarta ada sebuah danau yang terkenal dengan
danau yang angker. Di sana sering terlihat jelmaan seorang wanita cantik yang
sedang duduk sendiri disebuah pohon di dekat danau itu. Indah, pemandangan
didanau itu pun begitu indah dan udaranya pun begitu sejuk.
Dahulu
kala, pernah dikisahkan ada sepasang kekasih yang sedang asyik menikmati
pemandangan disekitar danau itu. Ketika hendak merendamkan tangan di dalam air
danau itu, serasa ada seperti yang menarik tangannya. Ia pun ikut terbawa masuk
kedalam luasnya danau angker itu. Dan kejadian itu kini terjadi pada diriku
yang bertemu seorang wanita cantik entah penunggu danau itu entah memang asli
wanita yang benar-benar ada didunia ini.
Waktu
itu, Aku tidak ikut pergi bersama teman-teman rombonganku untuk mencari bahan
tugas mata kuliah. Hari memang begitu panas saat itu, Aku menyendiri dan duduk
tepat dibawah pohon ditepi sebuah danau. Aku dikenal oleh teman-temanku sebagai
cowok yang pendiam. Diam, duduk sambil menikmati suasana di danau tersebut. Aku
juga dikenal dengan anak sastra yang jenius dan pintar. Aku duduk sambil
memejamkan mataku dan memikirkan sesuatu untuk membuat sebuah karya sastra yang
menurutku keren. Memang keren, setiap karyanku selalu dimuat di
majalah-majalah.
Terusku
berfikir, namun ketika Aku hendak berfikir lebih dalam, ada tampak selintas
bayangan tepat berada dibelakangku. Jelmaan wanita cantik itu datang
menghantuiku, senyuman manisnya yang membuatku selalu ingat oleh sosok wanita
misterius itu. Kubuka kedua mataku yang tadinya kupejamkan, kulihat
dibelakangku. Ada, memang benar-benar ada wanita yang tadinya hanya ada dalam
fikiranku memang ada tepat pada sebuah pohon besar yang sedang kusandari itu.
Senyumnya terus menjulur merekah kepadaku.
Kutanyakan
pada wanita misterius itu, “ hai lagi ngapain disini???? “. Wanita itu hanya
tersenyum dan langsung berdiri dari tempat duduknya, Aku pun juga langsung
berdiri untuk mengimbanginya. Hanya senyuman, dan senyuman yang diberikan
kepadaku. Tak satu katapun keluar dari bibirnya yang merah merona itu. Aku pun
menbalas senyumannya dengan senyumanku yang paling manis.
Aku
bingung, kenapa hanya sebuah senyuman dan hanya senyuman yang ia berikan
kepadaku. Sampai tiba disore hari, Aku pun masih bengong dibuatnya. Aku masih
berada didanau itu dan keadaan disekitar danau memang begitu hening dan sepi.
Tanpa ada satu pun orang yang dapat menemaniku disini, Aku berdiri dan masih
berdiri tepat dimana aku duduk. Tanpa kusadari wanita itu telah hilang dari
hadapanku, padahal nama pun Aku belum tau.
Keesokan
hari, sama seperti hari-hari yang lain, setiap ada waktu senggang selalu Aku
menyempatkan diri kedanau itu. Duduk, diam, dan sambil memejamkan mata disebuah
pohon besar tempat selama ini Aku menghabiskan waktu senggangku. Wanita itu
hadir, saat ku tertidur pulas dibawah pohon. Didalam mimpiku, Aku dan Dia
bersanding menjalin kasih didanau ini juga. “ SARI “…. Itu lah namanya, wanita
yang selama ini membuatku penasaran. Dia selalu memberikan senyuman kepadaku,
Aku sendiri tak tahan melihat senyumannya yang begitu indah itu. Aku tersadar
dan terbangun dari tidurku, Kulihat tepat dibelakangku tempat Sari menampakkan
wajahnya kepadaku.
Ia
tidak hadir nyata, hanya didalam mimpilah Ia hadir. Rasa kekecewaanku muncul saat itu, tampak dari kejauhan kulihat Sari
melambaikan tangannya kepadaku dan memberikan senyumannya yang manis itu. Ku
berlari datang menghampirinya, tiba-tiba menghilang …. Hanya sebuah bayangan
yang terlihat olehku yang datang. Aku kembali pergi meninggalkan danau itu
dengan penuh rasa kekecewaan.
Setiap
malam, Aku selalu membayangakan wajahnya yang cantik itu. Ia selalu hadir dalam
setiap mimpi-mimpiku, hadir dan hanya memberikan sebuah senyuman. Aku
terbangun, kulihat ia duduk disamping ranjangku. Kupegang erat tangannya yang
lembut itu dan Kukatakan kepadanya“ jangan pergi “. Tapi lagi-lagi hanya sebuah
senyuman yang Kudapatkan. Tiba-tiba Ia menghilang yang Aku sendiri pun tak tau
kemana. Kucari-cari dan terus kucari, namun sama sekali Aku tak menemukannya.
Kulihat kearah luar jendela, malam yang begitu gelap dengan kerlap-kerlip
bintang yang bertaburan diatas langit sana. Hanya senyuman dan selalu
senyumannya lah yang dapat Kulihat. Terfikir dibenakku lagi “ Mengapa hanya
sebuah senyuman yang Ia berikan kepadaku??? “. Dan terlihat lagi sosoknya
sambil melambaikan tangan kepadaku.
Pagi
itu…….
Aku
siap untuk berangkat kuliah, kebetulan mata kuliahku hari ini berhubungan
dengan sastra. “ Sastra “ mata kuliah yang sangat kugemari. Karena Sastra yang
telah membuatku dapat bertemu dengannya. Dan lagi-lagi aku menyempatkan diri
datang mendatangi danau itu, duduk sambil Kulihat setiap sudut-sudut danau. Ia
tidak ada, saat kuhendak pergi meninggalkan danau tiba-tiba Dia berada
dibelakangku. Tampak jelas wajahnya yang cantik dan ia mengenakan gaun berwarna
merah. Kuraih dan kegenggam tangannya dengan erat, kutarik dia sampai kedalam
pelukkanku. Kudekap dan takkan pernah kulepaskan dari pelukanku sambil kubisikkan
dengan lembut ditelinganya “ Aku mencintaimu, jangan pergi “. Dia menjawab,
untuk pertama kalinya dia menjawab omonganku dengan sebuah kata yang membuatku
bahagia. “ Aku juga teramat mencintaimu, tapi tidak mungkin kita dapat bersatu.
Kita mempunyai dunia yang berbeda “, katanya dengan lembut. Kutatap wajahnya,
kubelai rambutnya yang terurai panjang begitu lurusnya.
Tanpa Kusadari
seseorang melihatku dan Dia menganggap Aku seperti orang gila. “ Gila tuh
orang, ngomong sendiri. Hiiii…… “. Aku menghiraukan perkataannya dan terus Kupandangi
wajah yang selama ini telah membuatku penasaran hingga terbayang-bayang dalam
mimpi. Kupegang pipinya yang halus dan indah itu, ia tersenyum dan selalu
tersenyum. Lesung pipi kanannya berbentuk, dan itulah yang membuatku tak akan
pernah bisa melupakannya. Disitulah awal –awal benih cintaku padanya semakin
merekah, merekah seperti bunga yang hendak membukakan helaian kelopaknya.
Wajahnya itu tak akan pernah membuatku bosan melihatnya.
Kubisikkan lagi ditelinganya itu dengan pelan “ Aku harus
pergi, Aku janji akan kembali esok. Kutemui Kamu disini “. Dia pun tersenyum,
seakan memberikan satu harapan penuh untukku. Begitu juga Aku yang juga ikut
tersenyum membalas senyumannya. Aku tak rela pergi meninggalkannya sendirian
didanau ini, namun Aku harus benar-benar tetap pergi, dan menemuinya esok.
Selalu kuteringat akan kata-kata lembutnya itu, dan tetap kupandangi Dia dari
kejauhan. Jauh……. Jauh…… dan semakin jauh Aku meninggalkannya sendiri.
Malam ini Aku benar-benar tak bisa tidur dibuatnya,
wajahnya terus terbayang-bayang difikiranku. Aku hanya merenung dan menatap
bulan yang tertutup oleh awan hitam dan bintang-bintang yang seakan-akan tak
mengeluarkan sinarnya karena sang bulan tak hadir disampinya menemaninya untuk
menerangi bumi yang mereka tempati. Perasaan seperti itulah yang Kuraasakan dengannya,
Dia merasa kesepian tanpa kehadiranku begitupun Aku yang merasa kesepian tanpa
kehadiran dirinya. Kucoba Kututupkan kedua mataku ini, namun tetap saja tak
bisa. Pikiranku hanya tertuju pada satu titik yang mungkin tak dapat diubah
lagi begitu juga dengan hatiku.
Hari berjalan semakin cepat, malam berlalu pagi pun
menjelang dan suara jam bekkerku terdengar keras tepat didekat ditelingaku.
Kulihat dan Kupandangi dengan pasti, segera Aku bangun dan bersiap-siap pergi
kedanau untuk menemuinya. End…….
Tidak ada komentar:
Posting Komentar